Breaking News
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Pemda Sumbawa Ambil Langkah Tindak TPS Liar

Pemda Sumbawa Ambil Langkah Tindak TPS Liar

  • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id – Maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di sejumlah titik strategis di Kabupaten Sumbawa memicu gerak cepat Pemerintah Daerah. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, langsung memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, pada Rabu (1/4) pagi, guna merumuskan langkah konkret penanganan masalah yang dinilai sudah pada tahap darurat lingkungan ini.

Rapat yang dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta seluruh camat se-Kabupaten Sumbawa itu mengungkap fakta mengejutkan. TPS liar tidak hanya ditemukan di pinggir jalan atau fasilitas umum, tetapi juga telah merambah ke bantaran sungai dan lahan kosong. Kondisi ini dinilai tidak hanya merusak estetika dan keindahan daerah, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai sumber penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ansori yang akrab disapa Mambu itu menyoroti korelasi langsung antara persoalan sampah ini dengan buruknya capaian Kabupaten Sumbawa dalam ajang Adipura. Dengan skor hanya 28,50, Sumbawa terpaksa masuk dalam kategori zona hitam.

“Permasalahan sampah ini adalah pekerjaan rumah besar yang tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Penanganannya harus segera kita lakukan dengan fokus pada hasil nyata di lapangan. Jangan hanya dibersihkan hari ini, tapi besok muncul lagi di tempat yang sama. Ini soal kebersamaan dan konsistensi,” tegas Ansori dengan nada tegas di hadapan para peserta rapat.

Wakil Bupati dua periode ini memaparkan bahwa kompleksitas masalah sampah di Sumbawa bersifat multidimensi. Di satu sisi, keterbatasan armada pengangkut dan minimnya tenaga kebersihan menjadi kendala klasik. Namun di sisi lain, perilaku masyarakat yang masih belum disiplin serta belum optimalnya peran aktif pemerintah kecamatan dan desa dalam pengendalian wilayah turut memperparah kondisi.

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa luasnya wilayah Kabupaten Sumbawa menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk terus berada dalam zona hitam. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menggenjot penanganan, namun ia mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak.

“Ini bukan semata soal penilaian Adipura atau sekadar mengejar piala. Ini menyangkut kualitas lingkungan hidup masyarakat kita dalam jangka panjang. Kebersihan adalah hak dasar masyarakat, dan kita punya kewajiban untuk memenuhinya,” ujar Ansori.

Dalam arahannya, Ansori secara spesifik memerintahkan para camat dan kepala desa untuk bertindak sebagai ujung tombak pengendalian. Ia meminta agar seluruh potensi sumber daya yang ada di tingkat kecamatan dan desa dimaksimalkan untuk menekan pertumbuhan TPS liar. Tidak ada lagi ruang bagi pembiaran, setiap wilayah harus bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

Lebih jauh, Ansori juga mendorong agar pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif atau sekadar imbauan. Diperlukan tindakan nyata yang terukur dan konsisten di lapangan. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan sinergi antarinstansi, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, hingga aparat kewilayahan, untuk melakukan pengawasan dan penindakan.

Di akhir rapat, Ansori berharap koordinasi ini menjadi momentum untuk membangun gerakan kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif, karena persoalan sampah tidak akan pernah terselesaikan hanya dengan mengandalkan gerobak motor atau truk pengangkut milik pemerintah.

“Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban. Jika camat dan kepala desa bergerak, masyarakat akan mengikuti. Ini kunci kita untuk keluar dari zona hitam dan menciptakan Sumbawa yang lebih sehat dan nyaman,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini ditargetkan menjadi langkah awal lahirnya kebijakan teknis yang lebih operasional, serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Bumi Samawa. (02)

  • Penulis: obygera

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas P2KBP3A Sumbawa Atensi Penurunan Stunting

    Dinas P2KBP3A Sumbawa Atensi Penurunan Stunting

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) memberi atensi terhadap Keluarga Beresiko Stunting (KRS). Sekretaris DP2KBP3A dr. Nieta Ariyani, menyebutkan, berdasarkan sata tahun 2024, tercatat sebanyak 16.299 keluarga di Kabupaten Sumbawa yang masuk dalam kategori KRS. Sementara untuk tahun 2025, masih belum bisa dipastikan, […]

  • Sepi Pengunjung, Dinas KUKMIndag Sumbawa Atur Strategi Untuk Kios Lantai 2 Pasar Seketeng

    Sepi Pengunjung, Dinas KUKMIndag Sumbawa Atur Strategi Untuk Kios Lantai 2 Pasar Seketeng

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • visibility 88
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (KUKM Perindag) Kabupaten berupaya menghidupkan kembali lantai dua Pasar Seketeng yang selama ini sepi pengunjung. Kepala Dinas KUKM Perindag, E.S. Adi Nusantara, S.Sos,. MT. menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kios-kios di lantai dua pasar tersebut. “Masih banyak kios yang tidak memiliki kontrak jelas, atau […]

  • Enam Unit Combine Harves Diserahkan Ke Kelompok UPJA

    Enam Unit Combine Harves Diserahkan Ke Kelompok UPJA

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan sarana produksi modern. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara simbolis menyerahkan 6 unit mesin panen padi (combine harvester) kepada sejumlah kelompok tani di Dusun Bangkong, Desa Karang Dima, Kamis (4/9/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa bersama jajaran Organisasi […]

  • GKS Ke-3 SMPN 3 Sumbawa Dibuka, Ketua GOW Berikan Sambutan Inspiratif

    GKS Ke-3 SMPN 3 Sumbawa Dibuka, Ketua GOW Berikan Sambutan Inspiratif

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Gelar Karya Siswa (GKS) ke-3 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) resmi dibuka di SMP Negeri 3 Sumbawa Besar pada Sabtu, 17 Mei 2025. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, yang memberikan sambutan inspiratif di hadapan para siswa, guru, orang tua siswa, dan […]

  • Puskesmas Utan Ditunjuk Sebagai Pilot Projek ILP

    Puskesmas Utan Ditunjuk Sebagai Pilot Projek ILP

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menetapkan Puskesmas Utan sebagai pilot project penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Langkah ini merupakan bagian dari upaya memenuhi standar penyelenggaraan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat sesuai amanat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H Sarip Hidayat, SKM, […]

  • Pemda Sumbawa Atensi Khusus Izin Tambak Udang yang Beroperasi

    Pemda Sumbawa Atensi Khusus Izin Tambak Udang yang Beroperasi

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, akan memberikan atensi khusus terhadap izin tambak udang yang beroperasi. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan cek lapangan. “Kita perlu melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan mana saja tambak udang yang sudah memiliki izin baik itu UKL-UPL maupun AMDAL sebagai syarat mereka melakukan aktivitas usaha,” […]

expand_less