Breaking News
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Ini Enam Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Tangki Septik Warga Tidak Cepat Penuh

Ini Enam Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Tangki Septik Warga Tidak Cepat Penuh

  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD) Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa,Dony Hermawansyah menyebutkan, ada 6 hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat agar tangki septik milik warga tidak cepat penuh.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah, jangan sampai membuang sampah pada kloset. Bukan hanya sampah saja, namun juga barang-barang apapun yang tak mudah larut dalam air sangatlah dilarang untuk dibuang ke dalam kloset.

Dicontohkannya, barang-barang tersebut seperti halnya pasir, popok, pembalut, tisu basah, tanah, sampah makanan ataupun benda-benda padat lainnya.

“Jangan pernah membuang sampah apapun ke dalam kloset. Barang-barang yang tak mudah larut dalam air akan menghambat saluran buang. Buanglah sampah di tempatnya,” ujarnya.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah, tidak membuang air sabun, baik dari aktivitas mandi ataupun aktivitas rumah tangga kedalam tangki septik. Sebab, air tersebut mengandung banyak zat kimia yang dapat menyebabkan mikroba pengurai atau makhluk pengurai yang ada di dalam tangki septik cepat mati. Padahal, mikroba pengurai ini berperan penting dalam mengurai limbah.

Selain itu, dengan membuang air bekas aktivitas mandi ataupun bekas kegiatan rumah tangga juga akan membuat tangki septik cepat penuh.

Hal yang ketiga yang harus diperhatikan adalah memastikan lokasi tanah yang digunakan untuk bak resapan tangki septik konvensional memiliki daya resap yang tinggi agar tak cepat penuh. Pilih lokasi yang tidak kedap air. Bilamana lokasi yang akan dijadikan bak penampungan banyak mengandung tanah liat, sebaiknya mencari lokasi lainnya.

“Jenis tanah yang digali untuk bak resapan sebaiknya jangan yang kedap air. Tanah liat misalnya, hindari dijadikan bak resapan karena air tak bisa meresap,” terangnya.

Hal selanjutnya adalah melakukan analisa tentang kebutuhan besaran tangki septik dengan menghitung jumlah penghuni rumah. Hal ini tentu juga menjadi faktor yang penting. Sebab, dengan ukuran bak penampungan yang disesuaikan, tentu juga akan mempengaruhi jangka waktu tangki septik dapat penuh.

Hal kelima adalah tidak membuang sisa minyak goreng atau makanan berlemak ke dalam kloset. Sebab, minyak dan lemak ini dapat mengeras ketika terkena air dingin. Sehingga, hal ini tentunya dapat menghambat saluran hingga kemudian menyumbat saluran pipa kloset.

Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah dengan melakukan perawatan pada tangki septik. Perawatan ini seperti halnya melakukan penyedotan terjadwal dengan menyesuaikan kapasitas maupun intensitas penggunaan tangki septic. (Red)

  • Penulis: obygera

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembangkan Komoditas Tembakau, Sumbawa Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Asing

    Kembangkan Komoditas Tembakau, Sumbawa Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Asing

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • visibility 78
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbawa menjajaki peluang investasi dengan perusahaan asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di bidang perkebunan tembakau. Rencananya, investor akan berkunjung ke Sumbawa pada 25 Agustus untuk melakukan komunikasi awal dan meninjau lokasi pengembangan komoditas tembakau. Sekretaris DPMPTSP, H. Yudi Patria Negara, menyatakan bahwa pemerintah […]

  • Pemda Sumbawa Perketat Pelaksanaan Program MBG

    Pemda Sumbawa Perketat Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 97
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan evaluasi ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa beberapa waktu lalu. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kejadian serupa terulang. Untuk itu, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menerapkan Standar Operasional […]

  • Pastikan Sesuai Target, Dinas LH Sumbawa Bakal Evaluasi Program Sumbawa Hijau Lestari

    Pastikan Sesuai Target, Dinas LH Sumbawa Bakal Evaluasi Program Sumbawa Hijau Lestari

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, menyampaikan pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait program “Sumbawa Hijau Lestari” untuk memastikan pelaksanaan program tersebut berjalan sesuai target yang ditetapkan sebelumnya. “Kemarin sudah ada surat dari Bagian Ekonomi dan SDA Setda Sumbawa,untuk evaluasinya, tetapi untuk jadwal pelaksanaan kami masih […]

  • Pemda Sumbawa Susun Kembali Perbup PBI

    Pemda Sumbawa Susun Kembali Perbup PBI

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemkab Sumbawa sedang menyusun  kembali Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengatur skema calon Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang ditanggung melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Selama ini pemberian iuran PBI melalui APBD belum ada Perbupnya, sehingga kita saat ini sedang menyusunnya. Dulu kita hanya mengacu ke Permensos dan Permenkes,” kata […]

  • Bupati Sumbawa Sikapi HKPD Secara Bijak

    Bupati Sumbawa Sikapi HKPD Secara Bijak

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan tidak akan melakukan pemberhentian terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menyesuaikan belanja pegawai di tengah kondisi pemberlakuan UU Nomor 1 tahun 2022 tentang HKPD. “Kami tidak akan mengurangi atau memberhentikan mereka (PPPK), tapi dilakukan secara alami. Pengurangan terjadi karena pensiun, mengundurkan diri, lulus di tempat […]

  • Dinas Damkar Sumbawa Usul Penambahan Pos Pemadam di Tiga Wilayah

    Dinas Damkar Sumbawa Usul Penambahan Pos Pemadam di Tiga Wilayah

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Sumbawa mengusulkan tiga wilayah untuk pembangunan pos pemadam kebakaran di tahun 2026. Sebab di tiga wilayah tersebut dianggap rawan terjadi bencana kebakaran. “Tiga titik yang perlu kita bangun pos pemadamnya, yakni titik antara Kecamatan Lape-Lopok, Ropang-Lantung, dan Moyo Hulu. Sehingga penanganan yang dilakukan bisa lebih cepat […]

expand_less