Breaking News
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Program Pengembangan Industri Perunggasan terintegrasi di Sumbawa Dimulai

Program Pengembangan Industri Perunggasan terintegrasi di Sumbawa Dimulai

  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id – Program pengembangan industri perunggasan terintegrasi (Integrated Poiltry Industry) resmi dimulai di Sumbawa yang ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (6/2/26).

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. Makmun, menegaskan kehadiran industri perunggasan terintegrasi di NTB merupakan bagian dari terobosan besar pemerintah. Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa.

“Program ini mencakup penguatan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, hingga menjamin ketersediaan day old chick (DOC) bagi peternak daerah,” ucapnya.

Ia melanjutkan, NTB memiliki posisi yang sangat strategis dimana produksi jagungnya menempati peringkat tiga nasional. Apalagi jagung ini menjadi penyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan ternak unggas.

“Dengan potensi sebesar ini, sangat tidak masuk akal jika NTB terus bergantung pada pasokan bibit dan sistem dari luar daerah. Sehingga pemerintah membangun proyek ini,” ujarnya.

Makmun mengaku, selama ini peternak di NTB, telah memiliki pengalaman panjang dalam beternak unggas. Namun, keterbatasan akses terhadap bibit unggul dan pakan menjadi hambatan utama.

“Jadi, melalui program ini, negara hadir untuk menyelesaikan persoalan yang tidak mampu diselesaikan sendiri oleh daerah, khususnya dalam penyediaan DOC dan pabrik pakan,” jelasnya.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mengungkapkan bahwa industri perunggasan tersebut sempat hampir sepenuhnya batal dan keluar dari daftar nasional. Bahkan menurutnya, proyek tersebut beberapa kali keluar-masuk daftar program prioritas.

“Terus terang, kami berada dalam kondisi resah dan gelisah. Ada momen ketika saya menyampaikan bahwa peluang proyek ini tinggal 10 persen. Kami berjuang di detik-detik terakhir, bahkan sampai komunikasi dilakukan lewat tengah malam,” ucapnya.

Ia meyakinkan, kehadiran proyek ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah sektor peternakan. Selain itu, sektor ini menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal termasuk pengusaha baru.

“Konsep terintegrasi dari hulu ke hilir kami berharap proyek ini mampu mendorong efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan daya saing industri unggas nasional,” timpalnya.

Khusus di Provinsi NTB, proyek integrated poultry industry akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari total 16 unit, empat unit diantaranya berada di Sumbawa dan menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi.

“Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT di desa Serading yang kini sudah mulai kita lakukan persiapan lahan dan sudah siap semua,” ujarnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, juga mengakui bahwa realisasi industri perunggasan terintegrasi ini merupakan hasil kerja keras yang dilakukan hingga menit-menit terakhir. Komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian menjadi kunci penyelamatan proyek tersebut.

“Tidak ada satu malam pun kami berhenti memikirkan Sumbawa dan NTB. Bahkan pada kondisi kritis, keputusan strategis diambil agar program ini tetap berjalan, termasuk penyesuaian skema pelaksanaan,” ujar Gubernur.

Menurutnya, proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang ayam, melainkan embrio dari industri ayam terintegrasi penuh, dari hulu hingga hilir. Industri ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

“Ini langkah awal dari industrialisasi perunggasan di NTB. Jika ekosistem ini berjalan, maka NTB tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga pusat produksi unggas yang mandiri dan berdaya saing,” tukasnya.  (02)

  • Penulis: obygera

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SELAMAT HUT KABUPATEN SUMBAWA KE 66

    SELAMAT HUT KABUPATEN SUMBAWA KE 66

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • visibility 24
    • 0Komentar
  • Harga Sembako di Sumbawa Stabil Jelang Ramadhan

    Harga Sembako di Sumbawa Stabil Jelang Ramadhan

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Kurang dari satu bulan menjelang Bulan Suci Ramadan Tahun 2026, harga sembako di Kabupaten Sumbawa masih dalam kondisi stabil. Meski ada beberapa komuditas yang mengalami kenaikan harga, namun tidak begitu signifikan. Bedasarkan data Laporan Harga Dinas Koperasi Usaha Kecil Menangah dan Perdagangan (KUKMINDAG) Kabupaten Sumbawa hingga tanggal 26 Januari ini, harga beras […]

  • Lindungi Kesehatan Masyarakat, UPT PALD Sumbawa ingatkan Dampak Air Limbah Domestik

    Lindungi Kesehatan Masyarakat, UPT PALD Sumbawa ingatkan Dampak Air Limbah Domestik

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – UPT Unit Pelaksana Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) secara rutin melakukan sosialisasi dampak air limbah domestic. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sanitasi aman, mencegah pencemaran lingkungan, menjaga kualitas air tanah, dan melindungi kesehatan keluarga dari penyakit akibat septik tank penuh atau bocor. “Sosialisasi ini mencakup edukasi tentang […]

  • Pasar Milineal Akan Disulap Jadi Pusat Penjualan Produk Unggulan UMKM Lokal

    Pasar Milineal Akan Disulap Jadi Pusat Penjualan Produk Unggulan UMKM Lokal

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Sumbawa berencana menjadikan Pasar Milenial di Kelurahan Brang Bara menjadi pusat souvenir dan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kepala Dinas KUKM Perindag Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, S.Sos., MT., mengklarifikasi perkembangan terakhir mengenai masa depan Pasar Milenial. Ia membenarkan bahwa […]

  • KONI Sumbawa Laksanakan Technical Delegate dengan Cabor dan Panitia Pelaksana

    KONI Sumbawa Laksanakan Technical Delegate dengan Cabor dan Panitia Pelaksana

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Menjelang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sumbawa 2025, KONI Sumbawa melaksanakan Technical Delegate (TD) dengan seluruh cabor dan panitia pelaksana, pada Selasa (26/8/25) sore. TD ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi mengenai aturan main, jadwal, dan hal-hal teknis lainnya. “Technical delegate juga untuk memastikan semua atlet dan official memahami aturan dan prosedur yang telah […]

  • Dispopar Sumbawa Dorong Perbaikan Tata Kelola Destinasi Wisata

    Dispopar Sumbawa Dorong Perbaikan Tata Kelola Destinasi Wisata

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id — Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Dispopar) Sumbawa, mendorong adanya perbaikan tata kelola destinasi wisata unggulan daerah hiu paus karena tata kelola saat ini dikhawatirkan akan bisa merusak ekosistem hiu paus. Memang kewenangan pengelolaannya berada di pemerintah provinsi, makanya kami mendorong agar segera memperbaiki tata kelolanya, karena kita khawatir jika masih sama seperti sekarang […]

expand_less