Breaking News
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Program Pengembangan Industri Perunggasan terintegrasi di Sumbawa Dimulai

Program Pengembangan Industri Perunggasan terintegrasi di Sumbawa Dimulai

  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id – Program pengembangan industri perunggasan terintegrasi (Integrated Poiltry Industry) resmi dimulai di Sumbawa yang ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (6/2/26).

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. Makmun, menegaskan kehadiran industri perunggasan terintegrasi di NTB merupakan bagian dari terobosan besar pemerintah. Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa.

“Program ini mencakup penguatan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, hingga menjamin ketersediaan day old chick (DOC) bagi peternak daerah,” ucapnya.

Ia melanjutkan, NTB memiliki posisi yang sangat strategis dimana produksi jagungnya menempati peringkat tiga nasional. Apalagi jagung ini menjadi penyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan ternak unggas.

“Dengan potensi sebesar ini, sangat tidak masuk akal jika NTB terus bergantung pada pasokan bibit dan sistem dari luar daerah. Sehingga pemerintah membangun proyek ini,” ujarnya.

Makmun mengaku, selama ini peternak di NTB, telah memiliki pengalaman panjang dalam beternak unggas. Namun, keterbatasan akses terhadap bibit unggul dan pakan menjadi hambatan utama.

“Jadi, melalui program ini, negara hadir untuk menyelesaikan persoalan yang tidak mampu diselesaikan sendiri oleh daerah, khususnya dalam penyediaan DOC dan pabrik pakan,” jelasnya.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mengungkapkan bahwa industri perunggasan tersebut sempat hampir sepenuhnya batal dan keluar dari daftar nasional. Bahkan menurutnya, proyek tersebut beberapa kali keluar-masuk daftar program prioritas.

“Terus terang, kami berada dalam kondisi resah dan gelisah. Ada momen ketika saya menyampaikan bahwa peluang proyek ini tinggal 10 persen. Kami berjuang di detik-detik terakhir, bahkan sampai komunikasi dilakukan lewat tengah malam,” ucapnya.

Ia meyakinkan, kehadiran proyek ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah sektor peternakan. Selain itu, sektor ini menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal termasuk pengusaha baru.

“Konsep terintegrasi dari hulu ke hilir kami berharap proyek ini mampu mendorong efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan daya saing industri unggas nasional,” timpalnya.

Khusus di Provinsi NTB, proyek integrated poultry industry akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari total 16 unit, empat unit diantaranya berada di Sumbawa dan menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi.

“Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT di desa Serading yang kini sudah mulai kita lakukan persiapan lahan dan sudah siap semua,” ujarnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, juga mengakui bahwa realisasi industri perunggasan terintegrasi ini merupakan hasil kerja keras yang dilakukan hingga menit-menit terakhir. Komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian menjadi kunci penyelamatan proyek tersebut.

“Tidak ada satu malam pun kami berhenti memikirkan Sumbawa dan NTB. Bahkan pada kondisi kritis, keputusan strategis diambil agar program ini tetap berjalan, termasuk penyesuaian skema pelaksanaan,” ujar Gubernur.

Menurutnya, proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang ayam, melainkan embrio dari industri ayam terintegrasi penuh, dari hulu hingga hilir. Industri ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

“Ini langkah awal dari industrialisasi perunggasan di NTB. Jika ekosistem ini berjalan, maka NTB tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga pusat produksi unggas yang mandiri dan berdaya saing,” tukasnya.  (02)

  • Penulis: obygera

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sumbawa Minta Pemda Serius Sikapi Tuntutan Rakyat ke PT SJR

    DPRD Sumbawa Minta Pemda Serius Sikapi Tuntutan Rakyat ke PT SJR

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Samotamedia – Setelah sebelumnya Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) menyuarakan tindak lanjut rekomendasi DPRD Kabupaten Sumbawa soal PT Sumbawa Juta Raya (SJR), kini giliran anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP atau akrab disapa Dewan Rozi, yang menegaskan sikap lembaga legislatif. Dewan Rosi mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa untuk memberikan perhatian serius dan segera menindaklanjuti […]

  • Antisipasi Kemarau, BPBD Sumbawa Siaga Armada Air Bersih

    Antisipasi Kemarau, BPBD Sumbawa Siaga Armada Air Bersih

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, menyiagakan armada khusus untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan saat musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini. Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa M. Nurhidayat Jum’at (18/7/25) menyebutkan, hingga saat ini baru ada satu desa yang decatat mengalami kekeringan, […]

  • Sumbawa Susun SOTK UPT Uji Layanan Kompetensi

    Sumbawa Susun SOTK UPT Uji Layanan Kompetensi

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menargetkan penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) uji layanan kompetensi. “Penyusunan SOTK ini kami lakukan sebagai salah satu layanan di BKPSDM dan sedang kami kaji tentang kebutuhan itu dan koordinasi lebih lanjut dengan BKN juga terus kami lakukan,” […]

  • Dikbud Sumbawa Optimis Revitalisasi Sejumlah Sekolah Segera Tuntas

    Dikbud Sumbawa Optimis Revitalisasi Sejumlah Sekolah Segera Tuntas

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Budi Sastrawan menyebutkan bahwa progres kegiatan revitaliasi sejumlah sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP di Kabupaten Sumbawa mencapai 80 persen. Budi menjelaskan, tahun 2025 ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Republik Indonesia telah menggelontorkan bantuan APBN mencapai total […]

  • Distan Sumbawa Akan perluas Tanaman Kopi di Wilayah Potensial

    Distan Sumbawa Akan perluas Tanaman Kopi di Wilayah Potensial

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa, berkomitmen untuk memperluas tanaman kopi. Sebab, lahan potensial untuk tanaman kopi terutama di beberapa wilayah potensial seperti di Kecamatan Batulanteh, Alas Barat, dan Ropang. “Total luas lahan yang sudah tergarap saat ini baru 3.798 hektare dengan potensi produksi di angka 20.000 ton per tahun. Kami pun terus berkomitmen […]

  • Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Penyusunan RTRW

    Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Penyusunan RTRW

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • visibility 89
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025-2045, Senin pagi, (4/8/2025) di La Grande Ballroom. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam upaya merumuskan arah pembangunan wilayah selama dua dekade ke depan. Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa RTRW adalah […]

expand_less