Breaking News
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Sejumlah Wilayah Masuk Kawasan Kumuh, Dinas PRKP Usulkan Penanganan ke Kementerian

Sejumlah Wilayah Masuk Kawasan Kumuh, Dinas PRKP Usulkan Penanganan ke Kementerian

  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id –  Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, menyebutkan sejumlah wilayah yang berada di dalam kota masuk kategori kawasan kumuh. Salah satunya di Karang Gudang, Kelurahan Brang Biji.

“Total luas kawasan kumuh sekitar 500 hektare yang sudah ditetapkan melalui SK Bupati. Kalau di dalam Kota Sumbawa luasannya rata-rata di bawah 5 hektare,” Kata Kepala Dinas PRKP melalui Kabid Kawasan Permukiman, Rizqi Helfiansyah, Selasa (3/2/2026).

Ia melanjutkan, karena luasnya di bawah 10 hektare maka penanganan kawasan tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah. Untuk itu, pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk penanganan lebih lanjut.

“Kita sudah usulkan ke Kementerian PKP untuk penanganan lebih lanjut, karena jika mengandalkan anggaran dari daerah maka uangnya tidak kuat,” ucapnya.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan verifikasi lanjutan untuk diusulkan ke Kementerian PKP. Sementara yang sudah diintervensi di tahun 2025 adalah di kawasan Labuhan Sumbawa tepatnya di Pantai Jempol.

“Kalau Karang Gudang, kita sifatnya baru sebatas pengusulan ke Kementerian PKP, tetapi untuk pelaksanaan kami belum tahu. Tetapi kami berharap bisa ditangani tahun depan,” ucapnya.

Rizqi meyakinkan, penanganan terhadap kawasan kumuh ini sifatnya peningkatan kualitas. Misalnya, rumah yang sudah memiliki kamar mandi tetapi kualitas kurang bagus dan belum sesuai standar, maka akan langsung ditangani.

“Kalau yang tidak punya kamar mandi tidak akan diintervensi karena di petunjuk pelaksanaan hanya untuk peningkatan kualitas tidak ada bangun baru atau pembuatan,” jelasnya.

Ada beberapa kriteria sehingga lokasi tersebut masuk dalam kawasan kumuh. Seperti ketersediaan jalan lingkungan yang layak, akses sanitasi, air minum termasuk kriteria rumahnya dan beberapa indikator lainnya.

“Jadi, secara kategori ada sekitar 18 item yang menjadi indikator kawasan tersebut masuk dalam kategori kumuh atau tidak termasuk juga tingkat keparahan ringan, sedang hingga berat dan anggarannya juga berbeda,”tukasnya. (02)

  • Penulis: obygera

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuki Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspadai DBD

    Masuki Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspadai DBD

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Saat ini Kabupaten Sumbawa dan sekitarnya telah memasuki musim penghujan. Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai munculnya berbagai penyakit lingkungan yang kerap muncul. Kepala Dikes Sumbawa Sarip Hidayat menyebutkan, penyakit berbasis lingkungan yang keras muncul saat munsing penguhujan salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). “Yang perlu diantisipasi dari […]

  • Pemda Sumbawa Upayakan Pembangunan TPA Utan

    Pemda Sumbawa Upayakan Pembangunan TPA Utan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah dengan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menghadirkan alat pengolahan sampah modern di Kecamatan Utan. Hal ini disampaikan dalam diskusi bersama masyarakat di Kantor Camat Utan, Rabu (3/9). Dalam kesempatan itu, Wabup Ansori menyatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu […]

  • Pembangunan Kampung Nelayan merah Putih Labuhan Sangoro Berkontrak

    Pembangunan Kampung Nelayan merah Putih Labuhan Sangoro Berkontrak

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, memastikan bahwa proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, sudah berkontrak. “Kalau yang di Sangoro yang jelas sudah kontraknya sudah per 19 Desember 2025,” ungkapnya kepada wartawan. Dijelaskan, masa pelaksanaan pembangunan KNMP Labuhan Sangoro ini cukup panjang yakni […]

  • Pemda Sumbawa Rencakan Luncurkan Hotline “Lapor Hutan”

    Pemda Sumbawa Rencakan Luncurkan Hotline “Lapor Hutan”

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • visibility 74
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Upaya penyelamatan hutan di Kabupaten Sumbawa memasuki babak baru. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pengamanan Hutan. Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Satgas, yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan pentingnya menjaga […]

  • Kades Batu Tering Koordinasi dengan Bulog Terkait Harga Gabah

    Kades Batu Tering Koordinasi dengan Bulog Terkait Harga Gabah

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUMBAWA– Kades Batu Tering Alwan Hidayat melakukan koordinasi dengan Bulog Cabang Sumbawa terkait harga gabah, Senin (4/3). Kades diterima langsung oleh Assisten Manager Pemasaran Bulog Sumbawa, Khalid. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas langkah-langkah untuk memberikan jaminan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani tetap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6500 per kilogram. […]

  • Tingkatkan Akses Kesehatan Berkualitas, RSMA Resmi Buka Layanan Stroke Center

    Tingkatkan Akses Kesehatan Berkualitas, RSMA Resmi Buka Layanan Stroke Center

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Rumah Sakit H.L. Manambai Abdul Kadir (RSMA) resmi meluncurkan layanan terbaru Stroke Center, Senin (21/7). Gedung layanan tersebut telah rampung dibangun sejak Desember 2024 lalu dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp1 miliar. Dirut RS HL. Manambai Abdul Kadir melalui Kepala Bidang Pelayanan RSMA, H. Yahya Ulumuddin, S.Kep., M.Kes., kepada media Sinin (21/7) […]

expand_less