Breaking News
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Dinas P2KBP3A Sumbawa Atensi Fenomena Fatherless

Dinas P2KBP3A Sumbawa Atensi Fenomena Fatherless

  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) memastikan akan memberikan atensi khusus terhadap fenomena fatherless (kehilangan figur bapak) untuk menekan kasus pernikahan usia anak.

“Angka fatherless kita saat ini berada di angka 25 persen di seluruh Indonesia berdasarkan hasil kajian dari UNICEF, sehingga kami akan memberikan atensi khusus,” kata Sekretaris DP2KBP3A dr. Nieta Ariyani, Kamis (29/1/2026).

Hilangnya figur ayah dalam keluarga bisa menjadi salah satu pemicu munculnya kasus stunting baru di masyarakat. Selain itu, bagi anak perempuan kehilangan sosok ayah sebagai cinta pertamanya juga akan menimbulkan kasus pernikahan anak usia dini.

“Anak perempuan fatherless ketika mengenal sosok lawan jenis di usia tertentu maka mereka akan menjadi bucin yang berakibat munculnya kasus pernikahan usia anak,” ucapnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil kajian terhadap 83 kasus pernikahan usia anak yang terjadi di tahun 2025, rata-rata mereka mengalami fatherless. Bahkan hasil kajian tersebut sekitar 30-40 persen mereka terpaksa menikah di usia dini karena kehilangan figur ayah sebagai pelindung.

“Sekitar 30-40 persen lah pernikahan usia anak terjadi karena fatherless. Ketika mereka mengenal lawan jenis mereka menjadi bucin karena kehilangan sosok figur ayah,” ujarnya.

Selain faktor tersebut, kasus pernikahan usia anak ini muncul karena ada beberapa faktor di masyarakat. Faktor utama yakni dampak pergaulan bebas, sehingga banyak remaja yang melakukan hubungan seksual diluar nikah dan hamil.

“Rata-rata anak yang menikah usia anak ini karena putus sekolah bahkan mereka tidak lagi memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah karena sudah terlanjur,” ujarnya.

Tingkat pendidikan juga turut ambil bagian dalam penyebab pernikahan usia anak ini. Namun, faktor pendidikan tidak terlalu dominan dalam kasus ini melainkan faktor lingkungan dan hamil di luar nikah.

“Memang faktor pergaulan bebas jadi pemicu kasus tersebut terutama akibat kepemilikan alat komunikasi (HP). Kami juga akan semakin intens melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang pendewasaan usia perkawinan di SMA/SMK sederajat,” tukasnya. (02)

  • Penulis: obygera

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sumbawa Tegaskan Pemda Komit Jaga Kelestarian Hutan

    Bupati Sumbawa Tegaskan Pemda Komit Jaga Kelestarian Hutan

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • visibility 84
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam. Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan dan Pengamanan Hutan, yang digelar di ruang rapat lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (19/9/2025). Rakor tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah […]

  • Berprogres, Pengerjaan Jalan Batudulang – Tepal di Angka 1,2 Persen

    Berprogres, Pengerjaan Jalan Batudulang – Tepal di Angka 1,2 Persen

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemkab Sumbawa memastikan proyek pengerjaan Jalan Batudulang – Tepal melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) terus memiliki progres positif. Meskipun capaiannya baru di angka 1,2 persen dari total panjang ruas jalan 8,1 kilometer. “Memang progres pengerjaan saat ini masih cukup kecil khususnya di segmen Batudulang- Punik karena masih dalam tahap pematokan dan pengeprasan […]

  • Menteri KP dan Bupati Sumbawa Tinjau Bantuan Fasilitas Nelayan di Pulau Bungin

    Menteri KP dan Bupati Sumbawa Tinjau Bantuan Fasilitas Nelayan di Pulau Bungin

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Jumat (27/02/26) pagi. Kegiatan dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Pulau Bungin dan disambut antusias masyarakat yang telah hadir sejak pagi hari. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono didampingi Bupati […]

  • Dikbud Sumbawa Segera Isi Jabatan Kepala Sekolah Lowong

    Dikbud Sumbawa Segera Isi Jabatan Kepala Sekolah Lowong

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMBAWA, Samotamedia.id – Sedikitnya 95 jabatan kepala sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Sumbawa, masing lowong. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, memastikan untuk mempercepat proses pengisian jabatan tersebut. Kepala Diksbud Sumbawa Budi Sastrawan menjelaskan, saat ini jabatan tersebut diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) untuk memastikan pelayanan pendidikan berkalan maksimal. “Yang masih […]

  • Pemda Sumbawa Alokasikan Anggaran Perlindungan 20.000 Tenaga Kerja Informal

    Pemda Sumbawa Alokasikan Anggaran Perlindungan 20.000 Tenaga Kerja Informal

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Samptamedia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran perlindungan terhadap 20.000 tenaga kerja informal. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Menuturnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memiliki visi yang jelas untuk mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. Disebutkannya, salah satu pilar utamanya adalah memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan sosial yang layak. […]

expand_less