Dinas PMD Sumbawa Ungkap APBDes Turut Berkontribusi dalam Pembangunan Infrastruktur Perdesaan
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar

SUMBAWA, Samotamedia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mencatat pencapaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur pedesaan sepanjang tahun 2025. Melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), total pembangunan jalan desa berhasil mencapai lebih dari 34 kilometer yang tersebar di 133 desa. Capaian ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Program Unggulan (PU) ke-3 Pemerintahan Jarot-Ansori, yakni “Peningkatan Jaringan Jalan Mantap Hingga 80 Persen.”
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBDes turut berperan penting dalam mendorong persentase jaringan jalan dalam kondisi baik. Indikator tersebut mencakup jalan kabupaten, jalan usaha tani, jalan produksi pertanian, jalan lingkungan, hingga jalan perdesaan.
“Pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Sumbawa yang dibiayai dari APBDes juga turut memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Program Unggulan ke-3,” tutur Rachman Ansori, Kamis (02/04/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas PMD, realisasi pembangunan infrastruktur tahun 2025 menunjukkan angka yang membanggakan. Selain jalan desa yang mencapai 34 kilometer (belum terkoreksi), pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) juga tercatat sepanjang 15,7 kilometer yang tersebar di 77 desa dengan total anggaran sekitar Rp9,45 miliar. Sementara itu, pembangunan drainase lingkungan sepanjang 6,26 kilometer dilaksanakan di 54 desa dengan nilai anggaran mencapai Rp6,26 miliar.
Asisten III Setda Sumbawa ini menjelaskan, total anggaran yang dialokasikan dan direalisasikan dari APBDes Tahun Anggaran 2025 secara keseluruhan mencapai angka Rp20,424 miliar. Data tersebut merupakan hasil konfirmasi dari aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang menjadi rujukan resmi pengelolaan keuangan desa.
Namun di balik capaian gemilang tersebut, Rachman Ansori menyampaikan kabar yang perlu menjadi perhatian serius. Memasuki tahun 2026, infrastruktur pedesaan diprediksi akan mengalami degradasi yang sangat signifikan. Penyebab utamanya adalah penurunan alokasi APBDes di Kabupaten Sumbawa yang mencapai sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2026, Dinas PMD Sumbawa akan kembali melakukan proses rekapitulasi nantinya setelah seluruh APBDes sudah terinput di Siskeudes. Namun terkait infrastruktur pedesaan diprediksi akan mengalami degradasi yang sangat signifikan, mengingat APBDes Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan sekitar 46 persen,” pungkas Ansori.
Penurunan drastis ini dipastikan akan berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di tingkat desa. Dinas PMD Sumbawa pun tengah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan agar infrastruktur yang telah terbangun dapat terus terawat, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran yang akan terjadi di tahun 2026 mendatang. (02)
- Penulis: obygera




Saat ini belum ada komentar